Selasa, 30 Oktober 2018

A Little White Lie karya Titish AK


          



                                                Hasil gambar untuk a little white lie titish ak

                                                            Judul  : A Little White Lie
                                                                  Penulis: Titish AK 
                                                        Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
                                                                  Tahun Terbit: 2007



 Kali ini saya akan review novel pertama yang saya baca yaitu A Little White Lie.Awalnya ngga sengaja liat temen bawa novel ini ke sekolah,karena penasaran waktu itu coba baca beberapa halaman ngga taunya keterusan sampe pinjam untuk dibawa pulang.Agak aneh juga bacanya karena novel ini terbitan tahun 2007,dan saya baca novel itu waktu kelas 3 smp.Tapi ngga masalah sihh,karena itu menyesuaikan pada jamannya juga.

Titish AK memulai debutnya menulis novel dengan cukup baik. A Little White Lie (selanjutnya disingkat ALWL) benar-benar mampu menceritakan bagaimana kehidupan “real” seorang remaja. Membuat saya curiga kalau tokoh utama dalam novel ini, Ocha, merupakan penulis sendiri. Hehe.Karena novel ini seperti tulisan diary yang disusun dengan sangat  rapi.

Temanya sederhana, yaitu menceritakan bagaimana seorang cewek merasakan cinta pertamanya. Garis besar cerita benar-benar sesuai dengan tema. Dan, alur yang disajikan pun membuat pembaca nyaman dan hanyut dalam cerita. Hanya saja, awal-awal novel memang sangat membuat capek/bosan pembaca.Tapi endingnya mampu membuat kita tidak menyangkan karena benar-benar surprise banget.

Penulis cukup berhasil mendeskripsikan latar tempat yang digunakannya. SMA Teratai, Jalan Sudirman, Kampus UGM, dan Bioskop Mataram dijelaskan dengan cukup rinci.Menambah kesan real itu benar-benar ada dan terjadi.

Karakterisasinya cukup kuat. Hanya saja, karakter Pia agak ambigu. Sebenarnya dia pelit atau baik hati sih? Maksudnya, dia baiknya tulus atau pas ada maunya sih? Inilah yang bikin nilai minus.
Sepanjang novel ini, pembaca akan disuguhi dengan guyonan-guyonan yang menghibur dari tingkah laku kocak para pemainnya. Ditambah lagi dengan gaya bahasa penulis yang cukup mengalir dan terkesan lambat.

Sayang, keunggulan-keunggulan novel ini harus diperburuk dengan sms-sms yang menggunakan bahasa @L4Y. Parahnya, porsi untuk adegan sms ini cukup banyak! Duh!Maklum aja sih namanya juga jaman dulu.

Overall, saya suka. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, novel ini sebenarnya punya potensi yang bagus untuk mengasyikkan sejak awal. Namun, deskripsi yang terlalu detail dan konflik yang datar di 70 halaman awal novel membuat pembaca bosan untuk meneruskannya. Padahal, setelah dibaca sampai akhir, mungkin saja mereka akan suka (bagian akhirnya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar